Renungan

Filantropi Semata



Embun pagi telah mengeringkan mentari membuat dedaunan menguning
Tertegun menatap langit
Melihat dunia penuh rasa kagum
Entah apa yg membuatku tak sadar akan keindahan ciptaan Mu
Benar benar sangat mendebarkan


Bagaikan surga yg selalu mengiringiku di dunia
Mungkin karena aku sibuk memikirkan
Dunia yg kubangga banggakan
Yang selalu ku sanjung
Yg selalu ku cinta
Tapi tak pernah menyanjungmu ataupun mencintaimu


Penyesalan memang selalu berada di akhir
Dan menjadi tak berguna
Senja menjadi manis diucapkan
Dengan kuning temaram mengakhiri siang
Bulan perlahan muncul menggantikan matahari
Kegelapan melanda dan setitik cahaya entah muncul dari mana
Sinar itu cukup meredam ketakutanku
Bibirku tersenyum lebar tetapi entah kenapa air mata terus berlinang
Menikmati setiap hembusan angin yg datang
Dan inilah keputusannya......

Komentar

Posting Komentar